Jumat, 05 April 2013

KISAH YATI MENGEMBANGKAN USAHANYA

 KISAH YATI MENGEMBANGKAN USAHANYA

SOLO. Keliling antar sekolah dalam kelurahan. Itulah gambaran sederhana rute harian yang harus ditempuh Yati (39). Pagi-pagi jam 6, ia sudah berolahraga menggenjot sepeda bututnya dari rumah di kawasan relokasi Mipitan dengan membawa gerobak untuk jualan telur dadar. Cukup menyehatkan, terlebih kawasan utara kampus UNS yang dilaluinya merupakan tanjakan. SD Tugu, Kentingan, Ngoresan, Gulon dan lain-lainnya menjadi teman akrabnya. Beragam usaha telah dijalani sejak tahun 2000-an dengan suaminya, mulai dari jualan cilok, tela-tela, permen yupi, cilok goreng, tahu krispi dan saat ini telur dadar.

Usaha yang berganti-ganti ini karena kondisi konsumen yang kadang jenuh dengan produk yang sama. Ada kisah mengharukan yang dilaluinya saat di awal-awal berjualan dengan menggunakan tabung gas karena ditaruh di sepeda bagian depan, sehingga mengakibatkan sepedanya tidak seimbang. Pernah suatu saat kondisi badanya kurang fit, ia harus 3 kali pingsan saat menggenjot sepeda.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari Rumah Zakat berupa sepeda baru, kompor gas dan gerobak ini menjadi lebih semangat dalam berjualan dan tidak terlalu capek mengayuh sepedanya. “Jika siang begini kalau jualannya ramai, bisa dapat Rp 100 ribu,” ungkapnya. Nanti sore jualan lagi di TPA. “Semoga usaha saya semakin maju dan dapat membiayai 3 anak yang masih sekolah,” pungkas Yati saat ditemui oleh Micro Business Officer, Kamis (7/2) di dekat SD Gulon, Jebres***. Newsroom/Muchammad Afifudin Z Solo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berita Favorit

Wanita, Jasamu Tiada Terkira

Wanita, Jasamu Tiada Terkira
Aisyah r.a berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab Rasulullah SAW “Suaminya.” ” Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah SAW, “Ibunya.”